Chat with us, powered by LiveChat Example

Masuk Pancaroba, Alat Deteksi Deteksi Dini Longsor di DIY Malah Hilang dan Rusak


Berita Emas - Memasuki musim pancaroba masyarakat Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, diimbau untuk mewaspadai tanah longsor saat hujan lebat. Badan penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) melakukan pemeriksaan alat deteksi dini early warning system (EWS) longsor, diketahui mengalami kerusakan dan hilang. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan selama ini EWS longsor terpasang di 30 titik di wilayah rawan longsor. Sampai dengan hari ini petugas masih melakukan pengecekan ke lapangan. Pihaknya belum menerima data pasti mengenai kondisi EWS tersebut.

"Informasi awal memang dilaporkan ada kerusakan dan hilang. Namun rinciannya belum masuk ke saya," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon Selasa (5/11/2019). Ada beberapa Kecamatan di Gunungkidul yang masuk kedalam daerah rawan longsor. Adapun Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin, dan Kecamatan Ponjong. Dijelaskannya EWS tersebut berbentuk seperti tower dan di setiap sisinya ada seperti kabel yang ditancapkan ke tanah. Jika tanah bergeser maka sirine akan bunyi. "Masyarakat kami himbau untuk waspada saat memasuki masa musim penghujan,"katanya. EWS berfungsi untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa. Salah satu wilayah yang terpasang EWS adalah di desa Tegalrejo dan Watugajah, Kecamatan Gedangsari.

Alat deteksi dini tanah longsor tersebut penting dipasang, terutama di lokasi banyak permukiman penduduk. Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gunungkidul, Surisdiyanto selama dua hari terakhir pihaknya melakukan pemeriksaan dikethui yang masih aktif 10 titik, 20 titik rusak dan hilang. "Kami akan laporkan terkait temuan ini. Yang hilang di empat titik kemungkinan terbawa longsor tahun lalu," katanya.