Chat with us, powered by LiveChat Example

Perjuangkan Kepulangan Rizieq, Dahnil Anzar Cocok Jadi Ketua FPI




  emaspk1.com

BERITA EMAS

Baru-baru ini, Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan usulannya terkait narasi rekonsiliasi pasca Pilpres 2019. Eks jubir BPN Prabowo-Sandi itu berpendapat, kepulangan Bang Toyib ke tanah air semestinya menjadi bagian dari rekonsiliasi politik tersebut.

“Ini pandangan pribadi saya, bila narasi rekonsiliasi politik mau digunakan, agaknya yg paling tepat beri kesempatan kpd HABIB RIZIQ kembali ke Indonesia, stop upaya kriminalisasi, semuanya saling memaafkan. Kita bangun toleransi yang otentik, stop narasi-narasi stigmatisasi radikalis dll”, ujarnya melalui akun twitter @Dahnilanzar, (04/07).

Karena pernyataaannya itu terkesan koplak overdosis, ia lantas kena skak mat secara massal oleh netizen. Berikut beberapa cela'an warganet terkait cuitan eks Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah itu.

“Yg suka bikin narasi dan hujatan kebencian ke pemerintah Jokowi siapa? Knp lu bela yg di Arab? Lu sadar gak, kalau menghina Kepala Negara itu ada UUnya? Katanya sudah bergelar Doktor (S3), tapi kok pemikirannya spt tidak mengenal strata pendidikan?”, cuit @adji2912

“Pandangan saya pribadi : mending tak usah pulang sekalian. Di sini cuma jadi provokator. Giliran kena masalah hukum paling keras teriak kriminalisasi. Manusia sampah. Untung kalah”, cuit @EwoRahmadi

“Pulang aj pake JNE yg penting dibungkus rapi, alamatnya sesuai, tandain awas lecet ini barang langka. Entar firza nangis kalau king Rizieq lecet”, cuit @zaenalkase

“Org yg buat kriminal, memaki Presiden & lambang negara, dll elu blg dikriminalisasi? Eh,otak lu beneran masih ada gak sih Nil? serius nanya gue’, cuit @erikamelfa

Aneh memang, pernyataan ku Dahnil tersebut. Kan Bang Toyib kabur ke Arab Saudi atas keinginannya sendiri, pasca kasus chat esek-eseknya bersama Firza Husein terbongkar. Artinya apa? Ia tidak pernah diusir oleh pemerintah.

Jadi, kalau mau pulang-pulang aja. Gak perlu pakai rekonsiliasi segala.

Malah, kalah rencana kepulangan Bibib itu masuk agenda rekonsiliasi, akan mempersempit makna rekonsiliasi tersebut.

Masa rekonsiliasi pasca Pemilu hanya memperjuangkan eks tersangka chat mesum pulang ke tanah air? Apa kata penemu istilah rekonsiliasi itu?

Kalau do’i sudah meninggal, bisa-bisa arwahnya tidak tenang di alam kubur sana, karena hasil karyanya disalahartikan oleh Dahnil.

Tapi, berhubung cuitan mantan dosen itu sudah terlanjur diposting, mau apa lagi? Do’i juga tidak menghapus tweetnya itu, seperti cuitannya yang lain yang juga menuai kontroversi.

Artinnya apa? Do’i merasa benar dengan cuitannya tersebut.

Tweet Dahnil yang dihapus karena ketahuan fitnah.

Pertanyaannya, kenapa sih Dahnil ini ngotot banget memperjuangkan kepulangan Rizieq? Padahal do’i kan bukan laskar FPI. Bukan pula punya hubungan kekeluragaaan dengan Bang Toyib itu.

Inilah yang membedakan Dahnil dengan pendukung Prabowo lainnya. Perjuangannya memulangkan Bang Toyib ke tanah air itu, sebagai bukti kalau do’i adalah loyalis Imam Besar FPI sejati. Bukan kaleng-kaleng.

Beda dengan Prabowo, yang hanya berjanji akan memulangkan Rizeq jika terpilih jadi presiden. Sedangkan kalau kalah di Pilpres, maka Bang Toyib mau jadi apapun di Arab Saudi sana, ora ngurus lagi.

Jadi, menurut hemat penulis sih, berlandaskan kegigihannya memulangkan pendiri FPI itu, maka Dahnil ini sangat-sangat layak menjadi Ketua FPI.

Apalagi Ketua FPI sekarang, Ahmad Sobri Lubis, sudah hampir habis masa jabatannya, yakni pada 2020 mendatang.

Selain itu, beban pekerjaan Dahnil saat ini juga sudah banyak berkurang. Pertama do’i tidak lagi menjadi dosen, karena sudah mengundurkan diri dari PNS. Kedua, Dahnil sudah bukan lagi sebagai Koordinator Jubir BPN Prabowo-Sandi, karena Koalisi Indonesia Adil dan Makmur sudah dibubarkan oleh Prabowo, pasca gugatannya terkait hasil Pilpres 2019 ditolak MK.

Selanjutnya, Dahnil juga tidak lagi menjabat sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyah. Karena pada Muktamar Pemuda Muhammadiyah, November 2018 yang lalu, posisinya sudah digantikan oleh Cak Nanto.

Oleh sebab itu, pria yang tidak bayar pajak motor Vespa tersebut, saat ini memiliki banyak waktu luang. Dan dalam mengisi waktu luangnya itu, salah satu agenda yang dikerjakannya adalah memperjuangkan kepulangan Bibib Bang Toyib.

Pertanyaannya, kalau bukan Dahnil, siapa lagi loyalis Rizieq yang akan menjadi Ketua Umum FPI? Novel Bamukmin? Dikhawatirkan akan bikin malu saja. Karena selama ini do’i memang sudah terbiasa bikin malu. Masa Pizza Hut dibilang Fitsa Hats, dll.

So, berkat pertimbangan itu semua, mari kita dukung Dahnil Anzar jadi ketua FPI periode 2020-2025. Siapa tahu Bang Toyib dan laskar FPI akan jadi lebih moderat kalau do’i yang jadi Ketua FPI.