Chat with us, powered by LiveChat Example

Ngakak, Novel Suruh Moeldoko Tabayyun!


  emaspk1.com

BERITA EMAS

Saya berharap Moeldoko tabayun lah, jangan asal komentar jadi nggak tahu situasi kondisi yang sebenarnya. Adapun kepulangan HRS yang menentukan adalah beliau sendiri dengan tim kuasa hukumnya, adapun Dahnil Anzar sebagai orang beriman, bertakwa, sudah otomatis cinta kepada ulama yang istikamah sehingga Dahnil Anzar punya tanggung jawab moral sebagai kewajibannya membela ulama yang terzalimi. Jadi bukan HRS yang minta, apalagi HRS sangat berpengaruh dan punya kontribusi besar dalam menentukan suara 02 yang sangat besar dan massa 02 yang bela agama Islam dan cinta ulama, maka semangat umat Islam, khususnya alumni 212, ingin sekali berjuang memulangkan HRS yang sampai saat ini masih menjadi korban pemerintahan yang berkuasa"

Sumber kutipan : https://news.detik.com/berita/4617720/moeldoko-minta-habib-rizieq-pulang-sendiri-pa-212-jangan-asal-komentar?utm_term=echoboxauto&utm_campaign=detikcomsocmed&utm_medium=oa&utm_content=detikcom&utm_source=Twitter#Echobox=1562716424

Itu komentar dari Ketua Media Center PA 212, Novel Bamukmin, terkait komentar Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang tak sepakat Habib Rizieq Syihab jadi syarat rekonsiliasi dan menyarankan Imam besar FPI itu pulang sendiri ke Indonesia. Sebagaimana diketahui, Moeldoko beberapa waktu lalu berkomentar seperti ini :

"Pergi, pergi sendiri, kok kita ribut mau mulangin, kan gitu. Ya pulang sendiri saja, nggak beli tiket, baru gua beliin"

Novel menyuruh Moeldoko tabayyun. Saya sungguh ngakak. Ini statement lucu dan menggelikan. Bagaimana tidak, coba kita lihat apa jabatan Moeldoko itu.

Moeldoko itu adalah Kepala Kantor Staf Presiden (KSP). Apa mungkin, orang yang sebegitu dekat posisinya dengan Presiden tidak tahu informasi apa-apa? Bahkan mungkin soal Rizieq ini, Moeldoko jauh lebih tahu daripada Novel. Sebab Novel ini kan ibaratnya cuma anak buahnya Rizieq. Belum tentu dalam kepentingan yang lebih tinggi Rizieq akan memberi tahu Novel.

Soal kepulangan Rizieq ini jelas saya setuju banget dengan Pak Moeldoko. Nggak ada yang mengusir Rizieq dari Indonesia. Dia pergi, pergi sendiri. Pamitnya umroh tapi sudah dua tahun nggak balik-balik. Ibadah umroh terlama menurut sejarah saya kira.

Pendukungnya bilang dia jadi tamu kehormatan Kerajaan Arab Saudi alias jadi tamu istimewanya Raja Salman. Lha kalau benar jadi tamu istimewa kerajaan, kenapa Duta Besar untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, mengatakan jika Rizieq harus membayar denda overstay sebesar 110 juta per orang. Visa alias ijin tinggal Rizie ternyata hanya berlaku sampai pertengahan 2018. Meskipun visanya multiple entry, seharusnya tiap tiga bulan sekali Rizieq keluar dulu untuk memperbarui.
Masalahnya, Rizieq ini nggak hanya satu orang saja. Ada empat orang lagi yang bersamanya. Kemungkinan besar adalah anggota keluarganya yang ikut 'umroh dua tahun' bersama Rizieq. Praktis akumulasi dendanya adalah 550 juta rupiah untuk mereka berlima.

Uang 550 juta rupiah itu saya yakin Rizieq punya. Kalau dia mau kembali sebenarnya sangat mudah. Tinggal bayar saja, beli tiket pesawat sendiri, dan kembali. Masalahnya kan enggak.

Pengacaranya, Sugito Atmo Pawiro, malah mengatakan seolah Rizieq sengaja digantung nasibnya. Seolah 'tidak diperbolehkan pulang', tapi juga tidak dideportasi atau ditahan oleh pihak imigrasi Saudi. Lha sekarang saya mau balik tanya, yang nggak memperbolehkan Rizieq pulang siapa?

Andaikan pun Rizieq ditahan atau dideportasi oleh pihak imigrasi Saudi, tetap saja Pemerintah Indonesia yang akan disalahkan oleh pendukungnya. Padahal memang Rizieqnya yang melanggar aturan keimigrasian. Tapi Pemerintahan Jokowi tetap yang akan disalahkan dianggap tidak melindungi warga negaranya apalagi warga seperti Rizieq yang bagi pendukungnya berhak mendapatkan 'privilege'.

Lagipula andai dideportasi Saudi dan pulang ke Indonesia sudah siapkah Rizieq menghadapi sejumlah kasus hukum yang menyeret namanya? Ikhlaskah pendukungnya agar Rizieq menjalani semua proses hukum tanpa ada intimidasi dan demo bergelombang oleh para pendukungnya? Nanti jangan-jangan mereka bikin ribut lagi.

Indonesia nampaknya lebih adem ayem tentrem tanpa Rizieq Shihab. Ya setidaknya dua tahun ini nggak ada sweeping di Bulan Ramadhan oleh FPI. Setidaknya itu yang saya rasakan. Kalau demo-demo berjilid itu kan lain lagi urusannya.

Ngomong-ngomong, uang 550 juta daripada dibuat membayar denda overstay Rizieq (belum biaya tiket pulangnya pun), mending dipakai buat buka minimarket seperti Alfamart atau Indomaret.