Chat with us, powered by LiveChat Example

Dahnil S3 Terbuka Belangnya, Hilangkan Logika Demi Tahta!


  emaspk1.com

BERITA EMAS
Masa pemilu sudah selesai, koalisi Prabowo sudah bubar, dan BPN Prabowo – Sandiaga pun sudah tamat. Namun, tiba-tiba saja mantan jubir BPN Prabowo – Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengeluarkan cuitan yang tidak logis dan membuat heboh publik. Cuitan ini isinya menghubungkan soal rekonsiliasi politik dengan kepulangan HRS (Habib Rizieq Shihab) dari Mekkah. “Ini pandangan pribadi saya, bila narasi rekonsiliasi politik mau digunakan, agaknya yg paling tepat beri kesempatan kpd HABIB RIZIQ kembali ke Indonesia, stop upaya kriminalisasi,semuanya saling memaafkan.Kita bangun toleransi yg otentik,stop narasi2 stigmatisasi radikalis dll,” demikian tulis Dahnil lewat akun Twitter pribadiny
Sontak saja cuitan mendapat banyak komentar negatif dari para netizen. “Stop bikin hoax yang menyesatkan tentang kecurangan pemilu. Sudah dikasih kesempatan di MK untuk membuktikan kalian ga bisa buktikan tapi masih koar-koar curang. Stop beroposisi yang norak. Beroposisilah dengan elegan. Bukan dengan hoax. Bisa engga? Dan masalah HRS serta para penebar hoax yang mengaku ulama atau yang melakukan kejahatan lain adalah urusan hukum. Tidak pantas kasus-kasus mereka kalian tunggangi untuk kepentingan kalian seolah olah "membela mereka",” tulis @akent73. “Dia menjadi tersangka karena disangka melanggar hukum yang berlaku di Indonesia. Kalau merasa sangkaan tersebut keliru, silakan datang kemari. Yang pergi kan dia, bukan disuruh pergi ke arab,” tulis akun @Irawan_Kusnadi1. Ini beberapa contoh saja.

Dan memang bagi seseorang yang berpendidikan tinggi hingga S3 dan juga berprofesi sebagai dosen, nampak sekali Dahnil sengaja mementahkan logika di dalam cuitannya ini. Masak S3 kok nggak bisa membedakan mana kasus hukum dan mana ranah politik? Sementara masa kampanye Prabowo – Sandiaga sudah lewat. Kekalahan Prabowo di MK pun sudah resmi. Ya seperti saya tulis di atas, koalisi dan BPN pun sudah bubar. Buat apa Dahnil kembali bertingkah konyol macam dulu nih?

Ternyata, memang ada yang sedang dia tuju. Dalam bidang politik lagi. Yakni sebuah tahta, sebuah jabatan. Dalam sebuah berita di tribunnews.com pada bulan Juni silam, disebut bahwa Dahnil masuk dalam bursa calon Walikota Medan dalam Pilkada tahun 2020. “Sebagai anak Medan, saya tentu merasa terhormat dan sangat berterimakasih kepada sahabat-sahabat di Medan yang mendorong untuk ikut kontestasi Pilwalkot Medan," kata Dahnil, Jumat (16/6/2019) malam.

Selain Dahnil, ada beberapa nama saingan Dahnil yang diusulkan oleh Partai Gerindra. Seperti Ketua DPD Gerindra Sumut, Gus Irawan Pasaribu, Wakil Ketua DPRD Medan Ihwan Ritonga, dan Ketua DPP Aceh Sepakat M Husni. “Pastinya akan disaring mana yang terbaik untuk disorongkan Partai Gerindra, pada Pilkada Medan nanti,” kata Wakil Ketua DPD Gerindra Sumut, Sugiat Santoso. Sugiat mengatakan, pada Pilkada Medan kali ini, partai Gerindra tidak mau ceroboh dalam memilih calon walikota. Pemimpin yang diusung harus bisa membenahi Kota Medan. “Medan tidak boleh stagnan seperti ini. Jika dibandingkan dengan Bandung, Surabaya bahkan Palembang, Medan tertinggal jauh. Padahal Medan itu dulu barometer kota di luar Jawa,” tutup Sugiat
Dahnil mengatakan bahwa dia akan membuka kedai kopi di Medan. “…saya akan mengembangkan bisnis kedai kopi di sini namanya Bengawan Kopi, lokasinya tempat yang kita duduki sekarang ini. Jadi nanti saya bakal sering ke Medan dan mengobrol sama-sama," kata Dahnil. Dia pun mengaku banyak dukungan yang datang, meminta dirinya untuk maju sebagai Calon Wali Kota Periode 2020-2025. Namun, ia belum bisa mutuskan maju atau tidak di Pilkada Kota Medan tahun depan. "Saya sampaikan ke teman teman waktu itu. Saya masih fokus mendampingi Pak Prabowo dan Sandi. Suatu kehormatan kalau ada parpol yang meminta saya terlibat perhelatan politik 2020 di Medan," jelasnya. "Orang yang memimpin Medan, dan berhasil serta berkemungkinan jadi Presiden," tutur Dahnil. "Bahkan Pak Prabowo mulai membully dalam tanda kutip. ‘Lu Wali Kota, Nil. Banyak duit, enggak?’ Itu pertanyaan sulit. Bapak-bapak kan tahu sendiri. Saya ke sini saja pakai begini (pakaian biasa). Di kedai kopi jelek. Kalau ditanya banyak duit atau enggak, jawabnya susah. Nanti saya minta ke Bang Nando saja kalau saya maju. Yang jelas, terkait wacana itu saya terima kasih sekali," kata Dahnil Sumber.

Yang saya baca dalam pernyataan Dahnil di atas, tersirat sebuah ambisi pribadi untuk ikut juga menikmati sebuah jabatan dan kekuasaan yang melekat di sana. Di lain pihak, Dahnil juga merendahkan diri dari segi finansial sambil mencari-cari dukungan alias sponsor? Dan cuitannya soal HRS di atas, tidak lain adalah untuk menciptakan gelombang besar buat dirinya sendiri. Untuk membedakan dirinya dengan calon lain yang akan diajukan oleh Gerindra. Artinya, ini nih Dahnil, eks jubir Prabowo, dengan sekali cuitan bisa mendapatkan dukungan massa Indonesia. Artinya, untuk mencari dukungan massa di Medan, Dahnil sudah siap! Sudah siap berani malu menafikan logika sendiri! Sudah siap walau dibilang salah kaprah! Sudah siap walau di-bully para netizen! Pokoknya siaaaap…! Hehehe… Demikian kura-kura…